Senin, 24 September 2012

Kanker Darah, Penyebab, Gejala dan Pengobatannya


Kanker Darah, Penyebab, Gejala dan  Pengobatannya <<>>  Kanker darah, serem rasanya mendengar tentang kanker darah. Mungkin agak jarang rasanya mendengar tentang kanker darah. Kalau kanker paru-paru, kanker payudara, kanker prostat, kanker serviks, mungkin teman-teman sering mendengarnya. Sebelumnya apakah teman-teman mengetahui tentang kanker darah ? kanker darah atau Leukemia adalah penyakit bertambahnya sel darah putih yang tidak terkendali. Leukimia menyerang sistem darah yakni sumsum tulang belakang dengan ditandai adanya perbanyakan secara tidak normal atau transformasi maligna dari sel pembentuk darah di sumsum tulang belakang dan jaringan limfoid yang pada umumnya terjadi pada sel darah putih. Kanker darah dikatakan telah terjadi jika sel normal dalam sumsum tulang belakang telah tergantikan dengan sel tidak normal. Sel yang tidak normal itu dikeluarkan dari tulang belakang dan dapat ditemukan pada pembuluh darah perifer. Sel leukimia akan mempengaruhi pembentukan sel darah normal dan imunitas penderita. Sel leukimia merupakan sel darah putih atau leukosit yang masih muda. Penderita kanker darah memiliki leukosit yang jumlahnya diatas ambang batas sehingga justru menjadi ancaman bagi sel yang lain.

Leukemia diklasifikasikan berdasarkan jenis sel

Ketika pada pemeriksaan diketahui bahwa leukemia mempengaruhi limfosit atau sel limfoid, maka disebut leukemia limfositik. Sedangkan leukemia yang mempengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil, disebut leukemia mielositik.

Dari klasifikasi ini, maka Leukemia dibagi menjadi empat type sebutan;

1. Leukemia limfositik akut (LLA). Merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih.

2. Leukemia mielositik akut (LMA). Ini lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak. Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.

3. Leukemia limfositik kronis (LLK). Hal ini sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak.

4. Leukemia mielositik kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit.


Tanda dan Gejala Penyakit Kanker Darah

Gejala Leukemia yang ditimbulkan umumnya berbeda diantara penderita, namun demikian secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Anemia. Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh).

2. Perdarahan. Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit).

3. Terserang Infeksi. Sel darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada Penderita Leukemia, sel darah putih yang diterbentuk adalah tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari hidung (meler) dan batuk.

4. Nyeri Tulang dan Persendian. Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.

5. Nyeri Perut. Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan penderita leukemia.

6. Pembengkakan Kelenjar Lympa. Penderita kemungkinan besar mengalami pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan lainnya. Kelenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini dan menyebabkan pembengkakan.

7. Kesulitan Bernafas (Dyspnea). Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan bernafas dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan pertolongan medis.


Penyebab Penyakit Leukemia

Sampai saat ini penyebab penyakit leukemia belum diketahui secara pasti, akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi frekuensi terjadinya leukemia.

  1. Radiasi. Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus Leukemia bahwa Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penerita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.
  2. Leukemogenik. Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia inustri seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.
  3. Herediter. Penderita Down Syndrom memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.
  4. Virus. Beberapa jenis virus dapat menyebabkan leukemia, seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.
   
Pengobatan leukimia atau kanker darah

Ada beberapa obat atau sistem pengobatan yang bisa diterapkan untuk para penderita kanker darah atau leukimia, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Kemoterapi
Pengobatan leukimia dengan sistem kemotrapi dilakukan dengan menggunakan obat-obat kimia untuk membunuh sel leukimia. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam kemotrapi, diantaranya adalah melalui mulut, melalui suntikan ke pembuluh darah balik, suntikan langsung ke cerebrospinal dan lain sebagainya.

2. Terapi biologi
Terapi biologi dalam kanker darah dimaksudkan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang akan mampu membunuh sel leukimia. Antibodi monoklonal dan bahan alami interferon merupakan salah satu komponen yang biasa dilakukan dalam terapi biologi.

3. Terapi radiasi
Terapi radiasi pada penderita leukimia dilakukan dengan memberikan sinar dengan energi yang tinggi yang diharapkan akan mampu membunuh sel-sel leukimia. Beberapa bagian tubuh yang biasa diberikan terapi radiasi adalah otak, limfa dan sebagainya.


Kanker darah bukan penyakit menular maupun turunan, namun penyakit ini bisa kambuh lagi walaupun pasien sudah dinyatakan sembuh oleh dokter. Untuk mencegah terkena penyakit ini, mulailah mengonsumsi makanan sehat dan berimbang. Hati-hati dengan penggunaan bahan-bahan kimia dalam makanan, misalnya pewarna atau pemanis makanan. Selalu perhatikan dan cek kesehatan Anda setidaknya dua kali dalam setahun, untuk memantau sistem kesehatan tubuh secara saksama. Semoga kita dalam hidup terhindar dari kanker darah, amiin. Semoga postingan ini yang berjudul Kanker Darah, Penyebab, Gejala dan Pengobatannya berguna untuk kamu dalam hal menambah pengetahuan. Terima kasih telah mengunjungi blog ini.




Artikel Terkait Menarik Lainnya:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar